4 FAKTA MENARIK FILM THRILLER INDONESIA YANG KELUAR DARI “ZONA NYAMAN” (Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak)

Film yang dibintangi oleh Marsha Timothy dan di sutradarai oleh Mouly Surya ini menjadi film yang mempunyai alur cerita yang unik. Ada tujuh perampok mendatangi rumah seorang janda bernama Marlina (Marsha Timothy), mereka mengancam akan mengambil nyawa, harta dan juga kehomatan dihadapan suaminya yang berbentuk mumi, duduk di pojok ruangan. Marlina akan menebus dan membalas apa yang sudah mereka perbuat. Marlina membawa kepala bos perampok, Markus (Egi Fedly), yang ia penggal tadi malam. Marlina kemudia bertemu Novi (Dea Penandra) yang menunggu kelahiran bayinya dan Franz (Yoga Pratama) yang menginginkan kepala Markus kembali. Markus yang tak berkepala juga berjalan menguntit Marlina.

Nah, in sekilas sinopsis film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak. Saatnya sekarang untuk baca 4 Fakta menarik dari film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak.

1. Mendapatkan berbagai penghargaan bergengsi
Sebelum tayang di Indonesia, film ini pernah berkunjung ke berbagai festival film internasional. Di antaranya Cannes, New Zealend, Toronto, Busan, Melbourne dan Maroko. “Penonton luar negeri sangat antusias sekali. Baru filmnya dimulai sudah tepuk tangan. Intinya mereka banyak bertanya tentang Indonesia,” kata Mouly saat jumpa pers dengan awak media, Kamis(9/11). Selain itu, film ini juga mendapat penghargaan sebagai film dengan skenario terbaik pada Festival International du Film deFemmesde Sale (FIFFS) di Maroko edisi ke-11. Di Filipina meraih penghargaan Asian NestWave dari The QCinema Festival. Kemudian pemeran Marlina (Marsha Timothy) juga mendapat penghargaan sebagai aktris terbaik dari Sitges International Fantastic Film Festival.

2. Keluar dari Zona Nyaman
Mouly menjelaskan film ini menuntut setiap pemerannya untuk keluar dari zona nyaman mereka dalam melakukan akting.”Film ini penting untuk dibuat, agar bangsa kita bisa berkembang. Oleh karena itu sangat penting untuk keluar dari zona nyaman,” tambah Mouly.

3. Suasana Sumba yang Sangat Kental
Film ini dinilai sukses nuansa kehidupan di Sumba. “Pernah ada yang bertanya (di luar negeri), kok ini ngak ada muslimnya. Padahal Indonesia mayoritasnya muslim? saya jawab kalau Indonesia itu sangat beragam dan tempat dimana saya shooting memang mayoritasnya non-muslim,” ujar Mouly. Dalam film ini juga sangat kental sekali adat dan tradisi daerah. Seperti mayat yang ditutupi kain tenun dan tidak harus dikubur dalam waktu dekat. Kemudian, kepercayaan bayi sungsang adalah akibat istri yang tidur dengan pria lain turut mewarnai film ini. Alur tersebut didukung dengan alat musik dan lagu Lahape Jodoh yang memantapkan suasana Sumba

4. Mengarah ke “Western”
Film yang digagas oleh Garin Nugroho bersama Mouly ini, bergenre thriller dengan corak western. Mouly menjelaskan, padang rumput kemarau yang luas dan kehadiran aktor yang perkasa untuk bertahan hidup menjadi ciri khas dari film Barat.”Saya tidak langsung jatuh cinta dengan ide mas Garin. Butuh waktu beberapa saat untuk mengamatinya. Akhirnya saya melihat elemen Western ketika saya kuliah dulu,” tambah Mouly saat ditanya mengenai warna filmnya.

Sumber: https://hype.idntimes.com/entertainment/vanny-rahman/5-fakta-menarik-film-marina-si-pembunuh-ini-spoilernya-1/full
https://id.wikipedia.org/wiki/Marlina:_The_Murderer_in_Four_Acts

No Comments

Post A Comment